Ir, ketika emak berobat ke dukun bedah ayam, ditemukan air di lambung ayam tersebut. kira-kira sakitnya apa ya? Begitulah pertanyaan seorang ibu kemarin ketika berkunjung ke pariaman. Saya berusaha menjawab sebaik mungkin, tanpa ada pihak yang tersinggung, namun tidak dengan menutupi kebenaran. Kata Rasullullah, "cara menyampaikan dengan apa yang akan disampaikan itu sama pentingnya". Memberi nasehat, tapi dengan cara yang menyakitkan, malah akan memberi efek negatif. Atau memberikan pelajaran kepada anak kecil dengan cara yang kasar justry berakibat buruk pada si anak.
Bedah ayam? Apa itu ya?
Jadi bila ada orang yang sakit, lalu pergi ke dukun dengan membawa seekor ayam. Si dukun memantra ayam tersebut, kemudian disembelih, lalu diotopsi, seperti dokter forensik melakukan visum et repertum. Patologi yang ditemukan pada si ayam, kata si dukun, begitulah kondisi pada si sakit. Lalu pasien diberi obat, dan disuruh pulang. Kalo tidak sembuh, disuruh kembali lagi. Inilah yang anech, pasiennya koq ga sembuh2 ya. Jadi sering balik ke dukun untuk berobat lagi.
Ternyata tidak hanya orang kampung saja yang percaya dengan pengobatan seperti ini. Cukup banyak pasien si dukun yang datang dari kota-kota besar seperti jakarta.
Sunday, April 1, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment