[01] Salimul Aqidah - Aqidah yg selamat
[02] Shahihul Ibadah - Ibadah yg benar
[03] Matinul Khuluq - Akhlak yg kukuh
[04] Qawiyyul Jismi - Kekuatan jasmani
[05] Mutsaqqoful Fikri - Intelek dalam berfikir
[06] Mujahadatul Linafsihi - Berjuang melawan hawa nafsu
[07] Harishun Ala Waqtihi - Pandai menjaga waktu
[08] Munazhzhamun Fi Syuunihi - Teratur dalam sesuatu urusan
[09] Qadirun Alal Kasbi - Memiliki kemampuan usaha sendiri atau juga disebut dgn kemandirian
[10]Nafi'un Lighoirihi - Bermanfaat bagi orang lain
Semoga bisa terpenuhi....
Tuesday, April 3, 2007
Sunday, April 1, 2007
Awas Polisi!!
Umunya para korban dan pelaku kecelakaan, ingin segera berdamai sebelum polisi datang.
Katanya polisi itu bikin masalah aja, dan buat urusan jadi panjang serta mahal....
Apa iya???
Katanya polisi itu bikin masalah aja, dan buat urusan jadi panjang serta mahal....
Apa iya???
Kecelakaan lalu lintas
Terbesit sedikit penyesalan, kenapa saya dulu mengundurkan diri dari Tim Bantuan Medis. Mungkin segala acam teori gawat darurat medis telah dikuasai dan dipraktekkan, namun karena tidak terbiasa menghadapi kondisi panik, jadi kagok juga.
Ketika melewati kecamatan nan sabaris kabupaten padang pariaman, 2 sepeda motor saling senggol, dan salah satunya jatuh ke sawah. Untunglah tidak ada luka yang serius dan bisa ditangani masyarakat setempat. Jadi saya segera cabut, melanjutkan perjalanan.
Setelah beberapa lama, sampailah ke kota padang yang tercinta. D depan RS Selasih, jalan Khatib Sulaiman terjadi lagi kecelakan antara 2 sepeda motor. Cukup banyak kerumunan, termasuk sekelompok gadis berkerudung. Spontan, pandangan langsung menoleh meninggalkan kejadian perkara dan beralih kepada kelompok gadis tadi, terutama kepada wajah gadis berkerudung biru yang memiliki mata indah serta wajah yang cantik seperti embun di pagi hari yang meberi kedamaian. Astagfirullah. Dasar JOMBLO!! Tapi pandangan pertama itu halal koq, rezki....
Begitulah nasib ku kini, dalam halaqoh hanya 2 orang yang belum menikah. Bukan kenapa, karena umumnya usianya udah diatas 30 tahun, bahkan ada yang hanya 5 tahun lebih muda dari mama saya. Nasib...nasib... Digabung dengan kelompok bapak-bapak...
Karena tidak ada kejadian serius, perjalanan dilanjutkan kembali dalam gerimis yang tak diundang. Sesampai menjelang rumah, terjadi lagi kecelakaan 2 sepeda motor, kembali tidak ada luka yang serius.
Ternyata pengendara sepeda motor itu berjuang dengan maut setiap detiknya....
Ketika melewati kecamatan nan sabaris kabupaten padang pariaman, 2 sepeda motor saling senggol, dan salah satunya jatuh ke sawah. Untunglah tidak ada luka yang serius dan bisa ditangani masyarakat setempat. Jadi saya segera cabut, melanjutkan perjalanan.
Setelah beberapa lama, sampailah ke kota padang yang tercinta. D depan RS Selasih, jalan Khatib Sulaiman terjadi lagi kecelakan antara 2 sepeda motor. Cukup banyak kerumunan, termasuk sekelompok gadis berkerudung. Spontan, pandangan langsung menoleh meninggalkan kejadian perkara dan beralih kepada kelompok gadis tadi, terutama kepada wajah gadis berkerudung biru yang memiliki mata indah serta wajah yang cantik seperti embun di pagi hari yang meberi kedamaian. Astagfirullah. Dasar JOMBLO!! Tapi pandangan pertama itu halal koq, rezki....
Begitulah nasib ku kini, dalam halaqoh hanya 2 orang yang belum menikah. Bukan kenapa, karena umumnya usianya udah diatas 30 tahun, bahkan ada yang hanya 5 tahun lebih muda dari mama saya. Nasib...nasib... Digabung dengan kelompok bapak-bapak...
Karena tidak ada kejadian serius, perjalanan dilanjutkan kembali dalam gerimis yang tak diundang. Sesampai menjelang rumah, terjadi lagi kecelakaan 2 sepeda motor, kembali tidak ada luka yang serius.
Ternyata pengendara sepeda motor itu berjuang dengan maut setiap detiknya....
Revolusi kedokteran
Terdapat banyak pengobatan tradisional di Indonesia, mulai dari yang bersifat mistis hingga dengan pengobatan menggunakan ramuan serta teknik-teknik tradisional yang lebih dikenal dengan pengobatan alternatif. Namun dunia kedokteran negri kita 100% berkiblat pada kedokteran barat. seorang dokter yang merujuk pasiennya kepada pengobatan tradisional dapat dianggap melakukan pelanggaran kode etik.
Hal berbeda terjadi pada China. Karena seluruh hal yang berasal dari barat dianggap sebagai kapitalisme dan anti komunisme, maka para dokter-dokter disana diwajibkan menggunakan pengobatan tradisional untuk melakukan pengobatan. Itulah cerita dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dulu ketika semester1. Mereka menyebutnya Revolusi Kedokteran (RK)
RK sekarang telah membuahkan hasil. Banyak ramuan obat yang diekspor keberbagai negara termasuk Indonesia (memang sich sebagian ada yang palsu dan made in tanah abang).
Mereka menggali sumber daya mereka, dan meninggalkan barat. Sekarang teknologi mereka pada beberapa kasusu lebih maju, seperti pada pengobatan Leukomia.
Gerbong yang selalu megikuti lokomotif, tidak akan pernah bisa mendahuluinya. Begitulah dunia kedokteran di sini. Selalu mengekor ke barat. Negri kita punya sumber daya hayati terbesar di dunia. China nggak ada apa-apa nya. Tentu ramuan tradisional Indonesia akan jauh lebih manjur.
Perubahan itu butuh orang yang punya visi besar serta jiwa besar. Semoga salah satu pembaca blog ini salah satunya. Dan menjadi orang yang membawa perubahan pada negri kita. Berhenti jadi gerbong, jadilah lokomotif.
Hal berbeda terjadi pada China. Karena seluruh hal yang berasal dari barat dianggap sebagai kapitalisme dan anti komunisme, maka para dokter-dokter disana diwajibkan menggunakan pengobatan tradisional untuk melakukan pengobatan. Itulah cerita dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dulu ketika semester1. Mereka menyebutnya Revolusi Kedokteran (RK)
RK sekarang telah membuahkan hasil. Banyak ramuan obat yang diekspor keberbagai negara termasuk Indonesia (memang sich sebagian ada yang palsu dan made in tanah abang).
Mereka menggali sumber daya mereka, dan meninggalkan barat. Sekarang teknologi mereka pada beberapa kasusu lebih maju, seperti pada pengobatan Leukomia.
Gerbong yang selalu megikuti lokomotif, tidak akan pernah bisa mendahuluinya. Begitulah dunia kedokteran di sini. Selalu mengekor ke barat. Negri kita punya sumber daya hayati terbesar di dunia. China nggak ada apa-apa nya. Tentu ramuan tradisional Indonesia akan jauh lebih manjur.
Perubahan itu butuh orang yang punya visi besar serta jiwa besar. Semoga salah satu pembaca blog ini salah satunya. Dan menjadi orang yang membawa perubahan pada negri kita. Berhenti jadi gerbong, jadilah lokomotif.
Bedah ayam
Ir, ketika emak berobat ke dukun bedah ayam, ditemukan air di lambung ayam tersebut. kira-kira sakitnya apa ya? Begitulah pertanyaan seorang ibu kemarin ketika berkunjung ke pariaman. Saya berusaha menjawab sebaik mungkin, tanpa ada pihak yang tersinggung, namun tidak dengan menutupi kebenaran. Kata Rasullullah, "cara menyampaikan dengan apa yang akan disampaikan itu sama pentingnya". Memberi nasehat, tapi dengan cara yang menyakitkan, malah akan memberi efek negatif. Atau memberikan pelajaran kepada anak kecil dengan cara yang kasar justry berakibat buruk pada si anak.
Bedah ayam? Apa itu ya?
Jadi bila ada orang yang sakit, lalu pergi ke dukun dengan membawa seekor ayam. Si dukun memantra ayam tersebut, kemudian disembelih, lalu diotopsi, seperti dokter forensik melakukan visum et repertum. Patologi yang ditemukan pada si ayam, kata si dukun, begitulah kondisi pada si sakit. Lalu pasien diberi obat, dan disuruh pulang. Kalo tidak sembuh, disuruh kembali lagi. Inilah yang anech, pasiennya koq ga sembuh2 ya. Jadi sering balik ke dukun untuk berobat lagi.
Ternyata tidak hanya orang kampung saja yang percaya dengan pengobatan seperti ini. Cukup banyak pasien si dukun yang datang dari kota-kota besar seperti jakarta.
Bedah ayam? Apa itu ya?
Jadi bila ada orang yang sakit, lalu pergi ke dukun dengan membawa seekor ayam. Si dukun memantra ayam tersebut, kemudian disembelih, lalu diotopsi, seperti dokter forensik melakukan visum et repertum. Patologi yang ditemukan pada si ayam, kata si dukun, begitulah kondisi pada si sakit. Lalu pasien diberi obat, dan disuruh pulang. Kalo tidak sembuh, disuruh kembali lagi. Inilah yang anech, pasiennya koq ga sembuh2 ya. Jadi sering balik ke dukun untuk berobat lagi.
Ternyata tidak hanya orang kampung saja yang percaya dengan pengobatan seperti ini. Cukup banyak pasien si dukun yang datang dari kota-kota besar seperti jakarta.
Ke Pariaman
kemarin saya baru pulang dari perjalanan ke pariaman selama 1 hari dengan sepeda motor Honda GL PRO, edisi 1983(usianya sama tuch sama saya), keluaran awal, jadi masih import langsung dari jepang.
Ini adalah pengalaman pertama saya pake motor ke luar kota. Udah sering sich ke luar kota, tapi biasanya pake mobil, karena pergi bareng keluarga. Banyak kejadian menarik selama perjalanan, terutama pulang, yang nanti bisa dibaca pada posting saya berikutnya. ada 3 kecelakaan dan lain sebagainya.
ternyata saya masih belum mampu membaca cuaca. Ketika akan pulang, cuaca sangat terik, namun tiba-tiba mendung ketika saya telah memasuki perbatasan kota padang.
Saat itu terlihat pelangi yang indah menggantung di angkasa. Jarang dech saya bisa lihat pelangi sebesar dan seindah itu.
Karena sedang asik-asiknya menikmati pelangi, saya sampai lupa kalau pelangi itu biasanya muncul ketika akan hujan, padahal tidak ada mantel dan barang sejenis yang dibawa. Tiba-tiba mulai ada tetesan air dari langit mengenai kaca helmet yang saya kenakan,
spontan saya agak panik, langsung tancap gas. namun motornya kurang bersahabat ketika itu, kecepatan maximal hanya sekitar 50 km/jam. Namun syukurlah cuaca cukup bersahabat, hanya gerimis, setelah dekat rumah, barulah hujan. Dan sialnya lagi sampai di rumah mati lampu. Jadilah saya menikmati mie rebus yang tadi dibeli di lubuk alung(LA) dalam kegelapan. Sungguh perjalanan dengan ending yang kurang menyenangkan...
Ini adalah pengalaman pertama saya pake motor ke luar kota. Udah sering sich ke luar kota, tapi biasanya pake mobil, karena pergi bareng keluarga. Banyak kejadian menarik selama perjalanan, terutama pulang, yang nanti bisa dibaca pada posting saya berikutnya. ada 3 kecelakaan dan lain sebagainya.
ternyata saya masih belum mampu membaca cuaca. Ketika akan pulang, cuaca sangat terik, namun tiba-tiba mendung ketika saya telah memasuki perbatasan kota padang.
Saat itu terlihat pelangi yang indah menggantung di angkasa. Jarang dech saya bisa lihat pelangi sebesar dan seindah itu.
Karena sedang asik-asiknya menikmati pelangi, saya sampai lupa kalau pelangi itu biasanya muncul ketika akan hujan, padahal tidak ada mantel dan barang sejenis yang dibawa. Tiba-tiba mulai ada tetesan air dari langit mengenai kaca helmet yang saya kenakan,
spontan saya agak panik, langsung tancap gas. namun motornya kurang bersahabat ketika itu, kecepatan maximal hanya sekitar 50 km/jam. Namun syukurlah cuaca cukup bersahabat, hanya gerimis, setelah dekat rumah, barulah hujan. Dan sialnya lagi sampai di rumah mati lampu. Jadilah saya menikmati mie rebus yang tadi dibeli di lubuk alung(LA) dalam kegelapan. Sungguh perjalanan dengan ending yang kurang menyenangkan...
Subscribe to:
Posts (Atom)